Pulau es yang pecah sebagian di gletser peterman greendland tentu saja membuat khawatir bagi sebagian orang dan negara – negara yang berada di sekitar dimana Pulau Es telah mencair seperti, kepulauan Haiti. Mencairnya ES di kutub utara memang tak bisa dihindari mungkin karena pemanasan global (global Warming). Akibat ulah manusia juga.Di beritakan Sebuah pulau es, yang berukuran 4 kali kota Manhatan, dengan tebal setengah dari tinggi bangunan Empire State, telah terpisah dari gletser utama Greenland.
Gambar satelit menunjukan Gletser Peterman, yang terletak 1000 kilometer sebelah selatan kutub utara, telah kehilangan seperempat bagiannya. Pulau es tersebut mengandung air yang bisa mencukupi kebutuhan air di AS selama 120 hari.
Para ilmuwan belum bisa memastikan apakah fenomena alam Mencairnya Pulau ES di Kutub Utara disebabkan oleh pemanasan global (Global Warming) atau ada sebab lain. Catatan tentang gletser dan air dibawahnya masih terlalu dini untuk dijadikan bukti. Namun, terpisahnya es dari Greenland diperkirakan akibat aliran air dibawah gletser tersebut.
Perlu dicatat pulau es baru ini memiliki luas 100 meter persegi, dengan tebal lebih dari 600 kaki. Ratusan gunung es terpisah dari gletser Greenland setiap tahun. Pemisahan pulau es sebesar ini terakhir kali terjadi pada tahun 1962.
Pulau es ini dapat menyatu dengan daratan, kemudian terpecah menjadi bongkahan kecil, atau mengapung menghadang kapal dan dapat menenggelamkan Kapal seperti kapal Titanic tempo dulu.
2. MENINGKATNYA AIR LAUT
Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.
3. NAIKNYA SUHU UDARA
Pemanasan terjadi karena bergesernya lapisan dari atsmosfer tersebut. Maka pemanasan terus terjadi secara terus-menerus tanpa adanya suatu penetapan yang terjadi, sehingga suhu udara selalu mengalami perubahan yang tidak dapat di duga-duga.
4. NAIKNYA SUHU AIR
Panasnya suhu juga membuat tingkat penguapan tinggi. Tidak hanya di laut tetapi juga di darat. Maka terjadilah kekeringan. Kadar uap air yang tinggi di atmosfer meningkatkan potensi terjadinya badai. Saat badai melewati perairan yang hangat tadi ia akan semakin membesar. Singkatnya akan terjadi badai yang lebih besar dan lebih sering terjadi.
Pohon-pohon akan mati karena panas dan kekeringan. Dengan demikian bumi semakin tidak mampu mengubah CO2 menjadi O2.
5. MENCAIRNYA TANAH BEKU PERMANEN
6. KONDISI CUACA YANG TIDAK MENYEHATKAN
Perubahan iklim, yang saat sekarang merupakan issue yang sangat berkembang dibelahan dunia manapun. Konfrensi tingkat tinggi tentang perubahan iklim dilaksanakan, bahkan mencetuskan perjanjian untuk menyiasati perubahan iklim. Tentunya masalah ini merupakan masalah main-main. Ini sangatlah serius, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan juga nasip anak cucu kita dikemudian hari kelak. Dari perubahan iklim bagian yang paling menarik tentunya adalah “pemanasan global” , bumi semakin hari semakin panas oleh sinar matahari. Jika pemanasan global terus dibiarkan banyak daratan daratan yang akan tenggelam, apalagi di negara kepulauan seperti di negeri kita ini. Jika pola berpikir kita “ Masa itu akan datang nanti, masih begitu lama puluhan atau bahkan ratusan tahun yang akan datang” tetapi tanpa kita sadari dampak dari pemanasan global itu sendiri sudah kita rasakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar